Data-data dalam tulisan di bawah ini, banyak yang berbeda dengan tulisan-tulisan orang lain di bagian lain di dalam blog ini. Kita abaikan saja sementara; saya juga menyadari hal ini, tetapi untuk klarifikasi, saya biasa merujuk kepada data-data dari CIA WorldFactBook atau search engine lain. Data-data yang berlainan itu saya lihat digunakan oleh para ahli ilmu kelautan yang berdasarkan persepsi yang berbeda. Panjang pantai bisa adalah panjang pertemuan darat dan laut yang ada di pulau-pulau. Tetapi mugkin ini tidak sama dengan panjang batas economis zone yang memang hak NKRI yang diakui. Biarkanlah waktu berjalan sampai suatu saat pemerintah Indonesia memberikan data mana yang digunakan secara resmi. Hal ini karena saya ingat sebuat Team resmi pemerintah terdiri dari beberapa Kementerian, sudah bertahun-tahun berusaha mendapatkan data yang akurat dengan menghitung secara fisik jumlah pulau yang ada, yang menurut hasil paling akhir baru akan selesai beberapa tahun lagi karena masih ada beberapa propinsi yang belum tuntas.
Anwari Doel Arnowo - 11 Januari, 2010
Anwari Doel Arnowo - Minggu, 14 Desember 2008
ORANG
Menurut catatan, Ibu Sud adalah istri pengusaha R. Bintang Sudibyo, mengarang dan menuliskan lagu ini yang berjudul ORANG PELAUT, dan berikut ini adalah kata-kata dalam lirik lagu tersebut:
nenek moyangku orang pelaut - gemar m’ngarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut - menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang - ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang - ke laut kita beramai-ramai
Saat sekarang kata-kata yang tercantum di atas, sungguh tepat waktu bagi semua orang
Tiga tahun yang lalu di Selat Malaka dan Singapura, sebuah upaya perompakan telah batal terjadi. Tanggal 6 April 2005 sebuah kapal tanker minyak berkapasitas angkut 150000 (seratus lima puluh ribu) Deadweight Ton milik Jepang yang mengangkut minyak mentah dari Teluk Persia menuju negaranya, dalam cuaca hujan lebat dan horizon pandangan yang pendek, telah dijahili oleh tidak kurang dari tujuh buah kapal kecil yang datang mengepung. Anak buah kapal-kapal ini berusaha untuk naik ke atas kapal tanker dan mereka bisa dihalangi maksudnya dengan cara cerdik, karena kapten kapal tanker telah menambah kecepatannya beberapa knots saja. Kalau kita menilik daerah di mana kejadian tersebut telah berlangsung, maka kemungkinan bahwa para perompak itu adalah dari asal ras Melayu, entah
Baru-baru ini, sekitar sebulan lalu terjadi perompakan kapal yang ukurannya jauh lebih besar: SIRIUS STAR yang berbobot mati hampir 320000 (tiga ratus dua puluh ribu) Ton, milik
Sirius Star adalah sebuah kapal tanker bermuatan minyak mentah, berbadan kembar (double-hulled oil tanker) dengan panjang seluruhnya (length overall –LOA) 332 meter (1,090 kaki), Lebar (breadth - B) 58 meter (190 kaki), Dalam (depth - D) 31 m. (100 ft), draft (draft – d) 22 meter (72 kaki). Kapal ini sanggup dimuati dua juta barrel minyak mentah (crude oil). Muatan kargonya mampu menampung 318,000 metric ton deadweight (DWT).
Kapal seperti ini tergolong ke dalam klasifikasi very large crude carriers (VLCC).
Kapal ini dibangun oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) di Okpo, Geoje, Korea Selatan. Upacara perletakan lunas (keel laying) dilakukan pada tanggal 29 Oktober, 2007. Kapal ini adalah kapal yang ke seratus sebagai kapal berklasifikasi VLCC yang dibangun oleh DAEWOO (DSME). Sirius Star diluncurkan oleh Huda M. Ghoson pada tanggal 28 Maret, 2008. Baru pertama kali inilah dapat dicatat bahwa seorang wanita Saudi melaksanakan upacara peluncuran sebuah kapal dan mewakili Vela, perusahaan yang menjadi pengelolanya.
Berita besar seperti ini bagi kebanyakan orang
Lagi pula kapal ini berumur masih amat muda yakni hanya sekitar satu tahun.
Ukuran kapal yang seperti ini, menyebabkan Sirius Star bukan di sembarang tempat bisa berlabuh, untuk membongkar muatan atau memuat muatannya yang berupa minyak mentah sebanyak dua juta ton. Anda boleh membayangkan berapa besar sih dua juta barrel minyak itu bisa ditampung, misalnya berapa buah tangki stationair yang biasa kita lihat di daratan Sungai Gerong, Sumatera Selatan? Nah sebanyak itulah minyak yang bisa dibawa-bawa oleh sebuah alat apung di tengah samudra yang gelombangnya tinggi-tinggi dan diombang-ambingkan ombak (yawing dan sagging) ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah.
Berapa banyak orang
Oleh karena negara kita terdiri dari pulau-pulau yang banyaknya mencapai ribuan, bukan lima ribu pulau, bahkan bukan pula sepuluh ribuan pulau tetapi lebih dari itu. Dengan perhitungan terakhir nanti terhitung setelah dua tahun sejak sekarang, mungkin akan mencapai angka hanya di bawah 14000 pulau. Meskipun demikian Indonesia, yang meliputi wilayah berdaulat NKRI, masih merupakan sebuah negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan gugusan pulau-pulaunya yang seperti digambarkan oleh para sastrawan. Seperti untaian ratna mutu manikam di sepanjang khatulistiwa, itulah kata-kata para pujangga yang memuja kepulauan Nusantara. Semua perdagangan dan angkutan penumpang antar pulau sungguh amat membutuhkan kapal dari segala ukuran, meskipun untuk kepentingan domestik, tidak perlu menggunakan VLCC. Kapal kayu dan terutama sekali dianjurkan perlunya pemakaian sebanyak mungkin kapal besi baja, harusnya menjadi pendukung utama kegiatan angkutan laut. Angkutan darat dan udara pasti juga perlu, tetapi akan terlihat bahwa penghematan akan bisa dicapai, apabila sebanyak mungkin bisa dilakukan menggunakan angkutan laut. Penghitungan masalah ini pernah dilakukan pembandingan dengan menggunakan parameter jarak tempuh, daya tenaga kuda (Horse Power) mesin, pemeliharaan jalan darat dengan biaya pemeliharaan sarana angkutan laut. Untuk jangka panjang telah terlihat dari angka-angka perhitungan yang didapat, bahwa angkutan air, sungai, danau maupun laut, kapal amat menonjol SEBAGAI SARANA YANG MURAH untuk mendukung semua pengangkutan lain, yakni darat dan udara.
Mungkin dapat kita pikirkan bahwa yang pernah dipelopori oleh PN PELNI yang mengoperasikan kapal-kapal penumpang pesanan dari Jerman, yang diberi nama-nama gunung seperti: Kambuna, Kerinci, Umsini dan lain-lain. Saya sungguh mengharapkan lebih banyak yang seperti ini tetapi yang juga mampu menampung mobil penumpang maupun truk-truk pengangkut barang di dalamnya, seperti kapal-kapal ferry jarak dekat, tetapi sanggup menempuh perairan wilayah dalam (inner seas) di dalam Nusantara. Bahkan rute Jakarta Surabaya, kalau ada sarana pengangkutan kapal penumpang dan mobil pasti akan lebih disukai, daripada perjalanan darat yang menggunakan mobil sendiri. Berangkat dari Tanjung Periuk Jakarta dan sekitar dua belas jam kemudian bisa sampai di Tanjung Perak, Surabaya. Karena Laut Jawa itu termasuk laut yang tenang, sedikit gelombang di permukaannya, atau besar gelombangnya tidak akan mengganggu kenyamanan dan kelancaran perjalanan kapal-kapal yang disebutkan di atas tadi, maka jalan darat juga akan berkurang tekanannya dalam jumlah kendaraan yang berlalu-lintas melaluinya. Sudah terlalu lama impian bepergian seperti ini, tidak terbayangkan dalam benak kita, kita selalu hanya bisa membayangkan perjalanan dengan kereta api dan bus yang ber air conditioning sebagai idaman. Meskipun menjadi idaman, kita mengabaikan bagaimana guncangan mobil dan gerbong kereta serta ketidak nyamanan lain dari perjalanan seperti yang selama ini kita kenal. Padahal di tengah-tengah laut itu adalah tempat bebas debu dan suara, karena yang akan terdengar hanyalah desir angin dan suara desah air yang diterjang oleh kapal. Para penumpang bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang seperti biasa dilakukannya kalau sedang berada di daratan. Olah raga, dan main band serta menyanyi bersama, bukan halangan. Sungguh amat menyenangkan dan juga amat menenangkan pikiran. Keamanan berlalu-lintas? Di daratan, dalam hal musibah kecelakaan kereta api atau bis, serta di laut apabila ada kapal tenggelam pasti amat mengerikan melihat berapa jumlah korbannya. Yang disebut kecelakaan dan musibah kan sama saja. Akan tetapi jumlah korban kecelakaan karena kecelakaan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, tidak terperikan banyaknya. Kalau masalah kecelakaan seperti ini per penumpang dan per kilometer dibandingkan antara angkutan laut dan darat, maka mata kita bisa terbelalak, karena luarbiasa banyaknya jumlah kecelakaan yang telah terjadi di darat.
Sekarang mari kita tinjau kekuatan bahari di seluruh dunia.
Dengan Economic Downturn (kemerosotan tajam ekonomi) pada bulan-bulan akhir tahun 2008, maka akan ada perubahan terhadap kondisi ini. Kondisi Amerika Serikat yang merajai dunia Armada Militer di seluruh dunia, dengan sebutan dalam bahasa Latin: Primus inter pares, Yang Pertama di antara Yang Setingkat, atau Yang Pertama di antara Yang Sederajat, sebuah ungkapan yang tepat menggambarkan bahwa Amerika Serikat adalah yang paling senior di dalam masalah ini.
Perubahan yang diramalkan akan terjadi dalam beberapa puluh tahun yang akan datang adalah sebagai berikut.
Seperti kita ketaui,
Empat negara berpenduduk terpadat di dunia inilah yang akan kita amati dalam bidang armada kapalnya.
Sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, armada yang terkenal dan berjumlah banyak sekali hanya dimiliki Amerika Serikat. Meskipun ada pemeo atau pepatah yang mengatakan bahwa
Dengan mengetaui data-data tersebut maka kita kalau masih hidup di dunia pada tahun 2050, kemungkinan kita akan menyaksikan bangunnya
Pada saat ini didapat data adanya kegiatan baru bahwa
Pada saat yang sama
Meskipun ada pernyataan dari seorang Admiral Amerika Serikat bernama Timothy Keating yang jabatannya adalah Commander of the US Pacific Command, bahwa dia amat yakin seyakin-yakinnya bahwa China tidak mungkin akan bisa mengalahkan Amerika Serikat dalam hal ini, itu hanya merupakan pandangan sepihak dari Amerika Serikat saja saat ini.
Dengan berjalannya waktu, semua hal atau semua sistem yang ada di dunia ini haruslah siap diri untuk berubah atau diubah baik sukarela maupun dipaksa. Amerika yang sekarang sedang terengah-engah karena economic downturn, tidak boleh lengah dan pongah terlalu lama. Kejadian-kejadian yang berturut-turut telah membuktikan bahwa sistem yang dianutnya mulai porak poranda. Kecurangan perdagangan saham fiktif
Semua harus bisa memberikan toleransi untuk perubahan.
Sekarang sampailah kita meninjau keadaan kekuatan bahari kita, di lautan. Panjang pantai seluruh kepulauan Nusantara yang ada sama dengan 54716 kilometer, sedang China hanya mempunyai 14500 kilometer, India mempunyai 7000 kilometer dan Amerika Serikat mempunyai 19924 kilometer. Sebagai bandingan sebuah negara yang terlihat mempunyai pantai yang panjang sekali seperti Chile di Amerika Selatan bagian Barat, hanya mempunyai 6435 kilometer panjang garis pantai. Kanada, sebagai negara yang terluas daratannya nomor dua yang kira-kira mempunyai luas tanah sebesar lima kali luas tanah Indonesia, mempuyai panjang pantai: 202080 kilometer. Rusia, sebagai negara yang wilayahnya terluas di seluruh dunia, sekitar hampir dua kali Kanada, mempunyai panjang garis pantai: 37653 kilometer. Jadi garis pantai yang dipunyai sebuah negara yang paling panjang adalah Kanada: 202080 kilometer dan nomor dua adalah Indonesia yang panjangnya 54716 kilo meter. Kanada adalah negara empat musim dan sebagian besar muka tanahnya ditutupi oleh salju dan es kekal abadi sepanjang tahun. Sebagian besar daerahnya hanya mengalami panas matahari seperti halnya di Indonesia hanya dalam dua bulan saja. Sedang Indonesia mempunyai cuaca panas sepanjang tahun dan pantainya sungguh bisa menampung segala kegiatan bahari seperti perdagangan, perindustrian hasil laut dan tentu saja pariwisata.
Uraian terakhir ini membukakan mata kita bahwa Indonesia berpotensi tinggi dalam kehidupan kelautan penduduknya kalau saja pemerintahannya mau mengubah mindset terhadap apresiasinya dalam memiliki wilayah seperti Nusantara, seperti negara kepulauan, Archipelago. Jangan biarkan terlalu lama Angkatan Laut kita hanya mempunyai anggota hanya sekitar 20000 (duapuluh ribu) orang dan Marinir hanya sekitar 11000 (sebelas ribu) anggota. Besarkanlah Angkatan laut kita menjadi lima kali jumlah anggota Angkatan Darat, yang seharusnya jumlahnya itu kecil saja. Bukankah Marinir juga akan efektif bila ada peperangan di darat? Besarkanlah Marinir kita setara dengan Angkatan Laut. Sering kali menjadi pertanyaan di dalam batin saya, kalau misalnya Kepulauan Natuna diserbu dan diduduki oleh China, bahkan mungkin sekali oleh Malaysia sekalipun, seberapa bisakah kita mempertahankan wilayah kita yang kaya itu?? Natuna , dimanakah kau terletak, itu mungkin pertanyaan lumrah bagi generasi muda sekarang. Mereka banyak yang lebih mengetaui lebih jelas tentang Los Angeles atau Singapura daripada Natuna dan Teluk Buyat atau Pulau Kai dan Sorong. Lalu Natuna mau dipertahankan dengan apa? Jumlah Marinir kita kan lebih sedikit dari jumlah pulaunya. Untuk pengetauan saja: Kedutaan-kedutaan Amerika Serikat itu, di seluruh dunia, dijaga oleh Marinir, bukan Angkatan Darat!!
Departemen Kelautan sudah punya, tetapi “prestasinya” adalah: Menterinya pernah diseret ke pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara. Karena apa? Karena menyuap team atau personil atau anggota Team Sukses Capres dan Cawapres selama pemilihan empat tahun yang lalu. Yang menjadi keinginan saya utama sekali adalah agar pengaturan Industri Perkapalan, baik bangunan baru maupun reparasi kapal seharusnya berada di bawah supervisi satu Departemen saja, misalnya Departemen Perindustrian, tidak ada lagi campuraduk dengan Departemen Perhubungan dan yang dikenal dengan BPPT. Hands Off !!
Yang tidak banyak diketaui orang adalah fakta: benar-benar suatu kenyataan bahwa panjang pantai-pantai di seluruh pulau-pulau
Menteri beberapa Departemen sebaiknya adalah personil yang bisa memimpin dan menjabat dan senantiasa berpikiran dengan jiwa bahari dan kelautan. Yang hanya memikirkan daratan saja, sementara dipinggirkan dahulu untuk setengah abad. Dengan demikian maka anggaran menuju pembangunan wilayah kelautan dapat ditingkatkan dengan maksimum.
Saya ingin sekali menyanyikan lagu ciptaan Ibu Sud itu dengan percaya diri, kerena memang benar-benar nenek moyangku orang pelaut - gemar m’ngarung luas samudra - menerjang ombak tiada takut - menempuh badai sudah biasa ……
Tetapi yang lebih penting adalah generasi berikut setelah saya, adalah generasi yang berubah bentuk, benar-benar menjelma menjadi orang pelaut juga.
Dunia pariwisata
Sebagai akhir tulisan saya ingin menyerukan agar pada suatu saat nanti, ungkapan yang sering didengar oleh telinga kita yang berbunyi
Anwari Doel Arnowo
seorang Naval Architect yang tidak berkesempatan berkarya
untuk
Minggu, 14 Desember 2008 - 14:04:13
AKHIRNYA
| Jan 9, 2009 |
| Pirates release supertanker |
The 330-metre Sirius Star, owned by the shipping arm of oil giant Saudi Aramco, was seized far off the east African coast on November 15, in what was the pirates' most daring attack and largest catch to date.
'All our people have now left the Sirius Star. The ship is free, the crew is free,' Mohamed Said, one of the leaders of the pirate group, told AFP by telephone from the pirate lair of Harardhere.
'There were last-minute problems but now everything has been finalised.'
Sahafi Abdi Aden, speaking from the same town on
'I am in Harardhere now and the issue of the Sirius Star was resolved peacefully. I cannot go into the details of the agreement but I can say that the ship is free,' he told AFP.
'No member of the crew or of the pirates was hurt during this hijacking.' The amount of the ransom paid for the ship's release was not yet known.
Pirates had told AFP days after seizing the Sirius Star they wanted US$25 million dollars (S$37 million) for its release but the latest reports indicated that the demand had been lowered to around US$3.5 million.
No comments:
Post a Comment