Monday, January 11, 2010

lemah lunglai lesu lelah letih letoi

Percakapan ini terjadi pada tahun 2007, tetapi hari ini, tahun 2010 masih relevan dibaca lagi.
Ini membuktikan bahwa bagaimaa stanantnya jalannya pemerintahan yang ada sekarang. Ikan masih dicuri. Kita memang tidak mampu mengontrolnya secara fisik, tetapi apakan tidak dapat cara-cara diplomasi bisa diikutksertakan dipakai untuk menahan lajunya pencurian??
Anwari Doel Anowo - 11 Januari, 2010


In pepicek-post@yahoogroups.com, koentyo soekadar Indonesia sangat besar. Nilainya, kata dia, setahun mencapai Rp 30 triliun. Sedangkan ikan yang bisa diselamatkan setelah pencurian itu dipergoki nilainya Rp 600 miliar. "Selama tiga tahun terakhir hasil curian yang diamankan mencapai Rp 2 triliun," katanya menjawab Tempo, seusai pembukaan sosialisasi dan pengukuhan Forum Gemar Makan Ikan Nusa Tenggara Barat, di hotel Grand Legi Mataram, Senin (28/5.Freddy bertekad akan mengurangi tingkat pencurian ikan. Caranya, pemberian izin penangkapan ikan akan ditata ulang. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Martani Husaini menambahkan, pemerintah sudah mencabut izin ribuan kapal penangkap ikan asal Filipina (2005), Thailand (2006) dan kapal asal Cina.Hingga Juni 2007 nanti, tanpa menyebut angkanya, ternyata bahan baku yang tersedia tidak bertambah besar. "Dalam waktu enam bulan nanti akan diteksi," ucapnya.Penataan ulang izin penangkapan ikan sebagaimana disebutkan oleh Martani Husaini, setiap hasil penangkapan ikan oleh kapal yang berizin harus dibawa terlebih dahulu ke daratan Indonesia. Kapalnya pun harus berbendera Indonesia. Tidak lagi dilakukan transaksi langsung di laut kepada pembelinya yang juga menggunakan kapal. Apabila pabrik pengolahan ikan ketahuan membeli ikan ilegal, katanya, perusahaannya akan dihapus dari daftar industri ikan internasional. Supriyantho Khafidoentyo@...> wrote:
Yang menjadi pencuri ikan tentu saja bukan si Amin atau si Polan, melainkan orang-orang yang mempunyai kapal-kapal penangkap ikan yang canggih.
Kesimpulannya : kita harus mempunyai armada kelautan (bukan TNI-AD! prajurit pejalan kaki itu!) yang kuat yang dilengkapi dengan kapal-kapal cepat.
Dengan uang yang dikumpulkan dari penyelamatan kekayaan laut yang 30 triliun setahun itu, kita tentu bisa membayar pembelian kapal-kapal tersebut.
Salam

Re: Nilai Pencurian Ikan Setahun Capai Rp 30 Triliun

Yang menjadi pencuri ikan tentu saja bukan si Amin atau si Polan, melainkan orang-orang yang mempunyai kapal-kapal penangkap ikan yang canggih. Kesimpulannya :... koentyo soekadar

Re: Nilai Pencurian Ikan Setahun Capai Rp 30 Triliun

Waktu makan siang dengan relasi di Osaka, Jepang sekitar 1980 an saya makan sashimi, dan kebetulan ada berita pencopet (biasa) tertangkap di Tokyo. Sang pencopet orang Indonesia, itu berita besar waktu itu. Relasi saya menyinggung soal copet itu, karena saya orang Indonesia dan dia sebenarnya mungkin mau bercanda saja, lha repotnya, saya tersinggung. Saya bilang menjawab dia, begini: "Anda ini kok meributkan berita kecil, soal kecil seperti itu. Soal besar dan dan pencopet besar yang orang Jepang, anda kok diam saja. Apalagi orang Jepang itu mencopet setiap hari di Indonesia?" Dia juga setengah marah saya tuduh seperti itu, bertanya: "Apa maksud anda?! Saya jawab lantang saja: "Lha ini yang ada didepan saya, sashimi, mungkin sekali ikan curian dari Indonesia. Berapa buah kapal ikan Jepang yang illegal, ditangkap oleh Angkatan Laut RI di Maluku dan lain-lain daerah di Indonesia? Tapi disini saya kan membayar ikan ini??" Wah, kasihan juga dia, wong dia orang baik sekali, merah padam mukanya bukan karena minum sake. Seperti biasanya kalau ada yang begini, sebelum kita kembali, dia sudah membongkok-bongkok mengangguk-angguk minta maaf lebih dari sepuluh kali. Besoknya dia ketemu lagi masih minta maaf lagi. Ini juga biasa bagi orang Jepang, besoknya, minggu depannya atau bulan berikunya .....

Toronto, 28 Mei 2007

Anwari Doel Arnowo

No comments:

Post a Comment